# ...SukA kATa & cRIta..

“Ya Allah, tegurlah aku dengan kasihmu jika aku lalai karena suatu hal, juga lakukan itu kpd orang lain. karena Engkau adalah sebaik-baik Penegur makluk Mu, ampunilah kami yang telah berputus asa, mungkin juga sombong. Jadikan aku senantiasa bermanfaat bagi orang lain, kalaupun hanya untuk membuatnya tersenyum.."

http://youtu.be/GGtKxbu7vLI

Sabtu, 06 Juni 2009

ini ttg martabak bukan MARTABAT



Martabak (bahasa Arab: مطبق, berarti "terlipat") adalah sejenis sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Bergantung pada lokasinya, nama dan komposisi martabak dapat bervariasi.

Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak telur yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis atau martabak terang bulan yang biasanya diisi cokelat. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan. Di Malaysia, martabak manis sering dijadikan sebagai hidangan sarapan dengan ditemani segelas teh tarik.

Sejarah di Indonesia
Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak-anak pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary.

Dari hasil persahabatan mereka, Abdullah diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Desa Lebaksiu Kidul, Tegal. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Abdul Karim.

Kemudian Abdullah mempersunting Masni, adik perempuan Ahmad, pada tahun 1935. Abdullah atau yang biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar yang cukup ternama di zamannya. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama martabak.

Dialah salah satu di antara pemuda-pemuda India yang berhasil memodifikasi martabak dari resep aslinya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan citarasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia, terutama orang Jawa, yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengonsumsi daging secara berlebihan.
Sampai saat ini, jenis martabak telur yang dapat ditemukan di hampir seluruh pelosok Indonesia adalah hasil modifikasi.

Regenerasi
Keahlian Abdullah diajarkan kepada kerabat dekat istrinya maupun tetangga-tetangganya, antara lain:
• Ahmad bin Abdul Karim
• Abdul Manaf bin Abdul Karim
• Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim
• Mawardi bin Kyai Abdul Karim
• Rifai bin Kyai Abdul Karim
• Djari (Haji Umar) bin Mas’ud
• Maktub bin Mas’ud
• Dja’i bin Sueb
• Ali bin Sueb
• Rumli bi Sanadi
• Tamyid
• Tuwuh


Perkembangan

Abdullah dan rekan-rekannyalah yang berhasil memperkenalkan martabak di setiap pasar malam yang diselenggarakan di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa. Mereka juga memperkenalkannya pada perayaan tertentu, seperti sekatenan di Yogyakarta dan dugderan di Semarang.

Perkembangan martabak di Indonesia dalam kurun waktu antara 1950-1990 dipelopori oleh:
• Tegal: Dja’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan, Dahlan
• Jakarta: Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni, Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi, H. Toni Dartam, Dakyani
• Bogor: Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir
• Bandung: Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun
• Cianjur: Haji Surur, Makbul Tamyid
• Yogyakarta: Keluarga besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni
• Makassar: Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Dja’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad, H. Wartono, H. Jurani
• Manado: Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto
• Pontianak: Haji Abdul Kadir Ali, Bambang Wage, Tori
• Singkawang: Haji Jeni Saleh, dan rekan-rekan.
• Banjarmasin: Haji Muta’alim, Paluruni Tori, H. Bedi, Sunarto
• Semarang: Keluarga besar Tuan Hasan
• Palembang: Keluarga besar Tuan Haji Abdul Rozak (HAR) dan rekan-rekan
• Bekasi: Makmur Darnya, Otong, Anwar, H. Saehudin, Saepudin, dan rekan-rekan
• Kuningan: H. Midi, dan rekan-rekan
• Tangerang: H. Tris, Heriyanto Dja’i, Muhammad Abdul Bayasut, Wahyu Patehi dan rekan-rekan
• Sampit: Rozak Bayasut, Abdullah Bayasut, Yazid Bayasut
• Bontang: Haji Muhammad, Untung, H. Sunarto, Saepu Torik
• Jayapura: Haji Juremi, Haji Waud Umar, Haji Tono Umar
• Mataram: Haji Sahuri, Agus
• Denpasar: Haji Mashur Dakup, H. Toni, Luruh, Patehi
• Kupang: Ruslan Sanusi
• Tasikmalaya: Djubaidi Ali, Balhi, Maksudi, Sungib, Sopi
• Pekanbaru: H. Isro
• Bukittinggi: Harar --- repro; id.wikipedia.org/wiki/Martabak ----


REDAKSI : --- jadi jelas yg ini murni ttg martabak, bukan MARTABAT...yg sebagian punya kita sudah-dinjak-injak Malysia itu....tape deee....

dimulai dari Bandung Barat AYO GABUNG



GERAKAN TANAH AIR , menanti anda bergabung
Ade Ratmadja; GERAKAN NASIONAL TANAH AIR (GENTA) ADALAH ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS) YANG DIDIRIKAN OLEH PARA TOKOH NASIONAL DI JAKARTA PADA TAHUN 2008, KETUA UMUM DPP GENTA ADALAH MAYOR JENDERAL TNI (PURN) H.MUHAMMAD DJALI YUSUF MANTAN PANGLIMA OPRASI TNI DI ACEH SEKARANG STAF KHUSUS SBY BIDANG KMUNIKASI POLITIK. KEPENGURUSAN DPD GENTA POVINSI JAWA BARAT 2009-2014 BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN DPP NO.04/SK/DPP-GENTA/V/2009 HARUS DAPAT MENJALANKAN ORGANISASI SESUAI AD/ART, SERTA PROGRAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG DENGAN 11 BIDANG GARAPAN DALAM PROGRAM PRO RAKYAT, PROGRAM JANGKA PENDEK TELAH TERSUSUN KE DALAM RENTRAPROGRITAS . BAGI YANG BERMINAT MENJADI PENGURUS GENTA DI KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT SILAHKAN KIRIMKAN POTO COPY KTP DAN PAS FOTO BERWARNA DENGAN LATAR BELAKANG MERAH, DIKIRIM MELALUI ALAMAT Email : dpdgentajabar@yahoo.co.id (Pengurus DPD Genta Jabar).

Gerakan Nasional Tanah Air (Genta) dengan 11 Bidang antara lain :
1.Bidang Litbang OKK
2.Bidang Politik Pertahanan, dan Keamanan Nasional
3.Bidang Pemerintahan Lembaga Negara dan Otonomi Daerah
4.Bidang Advokasi, Hukum dan Ham
5.Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Sosial Budaya
6.Bidang Investigasi, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
7.Bidang Humas Komimfo dan Pers
8.Bidang SDM, Indak, Koperasi dan Wiraswasta
9.Bidang Pemuda, Mahasiswa, Olahraga, dan Pemberantasan Narkoba
10.Bidang Kesehatan dan Penaggulangan Bencana
11.Bidang Pertanian Kelautan dan Perikanan.

KOPERASI, TAK PUSING NEOLIB, YG PENTING PRO RAKYAT & KITA MAKMUR
Ade Ratmadja; MENOLONG DIRI SENDIRI SECARA BERSAMA SAMA MUNGKIN ITULAH KONSEP PEMIKIRAN PARA PENGURUS KOPERASI WARGA BANDUNG BARAT DISINGKAT (KOWABA), YANG DIDIRIKAN OLEH PARA TOKOH AKTIVIS PEMEKARAN PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDUNG BARAT. KITA SERING DIRIBUTKAN DENGAN KONSEP-KONSEP EKONOMI KERAKYATAN ATAU EKONOMI NEO LIBERAL DISINGKAT NEOLIB DAN ENTAH APA LAGI NAMANYA YANG MAYORITAS RAKYAT TIDAK MAU PUSING DENGAN KONSEP-KONSEP EKONOMI KAREANA PADA DASARNYA RAKYAT HANYA BUTUH HIDUP DAN KEHIDUPANNYA TIDAK SESULIT SEPERTI APA YANG DIRASAKANNYA .
SEKARANG MARI KITA BERBUAT SAJA DAN TIDAK BERDEBAT SOAL-SOAL KONSEP EKONOMI . UNTUK JAWABANNYA MARI BERGABUNG SAJA KE DALAM WADAH EKONOMI KERAKYATAN KITA KE KOPERASI WARGA BANDUNG BARAT (KOWABA), DAN KOWABA DIDIRIKAN UNTUK MENOLONG DIRI KITA SENDIRI SECARA BERSAMA-SAMA DALAM BIDANG EKONONI KITA MENUJU PERUBAHAN DAN PERBAIKAN. DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA MENJADI ANGGOTA KOWABA KIRMKAN FOTO COPY KTP ANDA MELALUI ALAMAT EMAIL : kowaba@yahoo.co.id

-----------------------------------------
Redaksi ; ini ajakan bukan sekedar euphoria, jadi mari bergegaslah anda berpartisipasi krn banyak hal yang dapat kita lakukan kedepan, dan Alhamdulilah saya pribadi telah mendaftarkannya...giliran anda teman-teman semua dimana saja berada....
untuk kang Ade Ratmadja...nuhun atas ijin publikasi hal ini....SMOGA SUKSES DAN MENDAPAT IJIN ALLAH SWT, TUHAN YME.AMIN...

kuburan kiss apa kiss kuburan apa bedanyahhhhh...




KUBURAN KISS ATAU KISS KUBURAN,APA BEDANYAHHH...!!?
Band Kuburan ato lebih akrab dengan sebutan Kuburan Band mulai booming dengan Lagu Lupa-Lupa Ingat beberapa saat lalu. Selain karena lirik lagu Lupa-lupa tapi ingat unik dan gampang diingat, tampilan kemasan kuburan band sendiri bisa dibilang gokil abis. Pengen tau lebih lengkap soal profil kuburan band dan foto kuburan band, yukk mari intips artikelnya

Kuburan Band memproklamirkan diri sebagai “Band Paling Gothic No. 2 di Indonesia” setelah Ria Jenaka TVRI yang juga jadi inspirasi dandanan mereka. Menurut para personel Band Kuburan, Ria Jenaka lebih sering ngebuat mereka takut semasa kanak-kanak dulu, meskipun ditayangin pas minggu siang.
Kuburan Band mulai eksis jadi musisi indonesia sejak tahun 2001, tapi ga’ jelas kapan tepatnya. Dan, akhirnya, Kuburan Band memilih tanggal 11 September 2001 sebagai tanggal ulang tahun Kuburan Band. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan tragedi berdarah WTC

Grup band yang digawangi oleh 6 personil: Udhe (keyboard), Priya (vokalis), Raka (gitaris), Donny (melodi), Denny (basis) dan Dino (drum) ini sebenarnya sudah terbentuk dari tahun 2001. Awalnya mereka pakai topeng, lalu diganti dengan bedak baru cat poster. Tapi sekarang mereka memakai make-up ala pemain pantomim. "Komitmen kami pakai rias wajah, karena kami tidak ingin terkenal dan dikenali. Jadi ketika kita buka make-up, orang nggak akan mengenali wajah-wajah kita," jelas Udhe, sang keyboris.

Begitu pula dengan kostum mereka yang disesuaikan dengan pribadi dan karakter masing-masing personil. Meski terlihat metal, tapi mereka mengklaim jenis musik Kuburan adalah multi genre. "Karena kami tidak mau mengkotak-kotakkan musik," kata mereka

KISS

Band yang ngetop dengan kostum panggung dan wajah yang di cat make up tebal ini dibentuk di New York 1972. Diawal karir, mereka tidak pernah tampil tanpa make up sehingga tidak ada yang tahu wajah mereka sebenarnya. Mereka juga sering menampilkan atraksi panggung unik seperti menyemburkan api dari mulut dan efek kembang api.

Kiss dibentuk oleh Gene Simmons dan Paul Stanley setelah mereka keluar dari Wicked Lester. Nama Kiss sendiri diilhami oleh lagu New York Dolls yang berjudul Looking for a Kiss.

Album pertama mereka dirilis tahun 1974 dengan judul KISS terjual kurang dari target. Album kedua mereka HOTTER THAN HELL pun mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Namun walaupun kurang sukses dalam penjualan album, nama Kiss cepat melambung karena aksi pentas mereka yang spektakuler.

Baru saat mereka merilis live album ALIVE!, keberuntungan mereka mulai berubah. Album ini sempat meraih 4 platinum.

Sekitar tahun 1983, Kiss memutuskan melepas make up yang selama ini mereka pakai. Album LICK IT UP yang dirils tahun yang sama menampilkan ke-4 personel tanpa make up pada cover album. Album ini sempat meraih gold record dalam angka penjualan.

Terakhir, Kiss tercatat dengan formasi Paul Stanley, Gene Simmons, Tommy Thayer, dan Eric Singer setelah Peter Criss dan Ace Frehley memutuskan mundur dari Kiss---- repro by --- (kapanlagi.com,Octavita.com, http://showbiz.vivanews.com)

------------------ REDAKSI: semua jalan manusia macam caranya, kita pun demikian, ada cara untuk mencapai itu, namun kita kadang lupa bagaimana caranya....yg pasti TUHAN tdk membuat kita dari kerugian, namun kitalah yg sering membuat rugi diri-sendir...memang susah menjadi org yg sabar...tabah.....tegar. hugh !

Jumat, 05 Juni 2009

PRITA memang BEDA DENGAN MANOHARA….





KASUS PRITA MAYASARI MENJADI SIMPATI?
UU ITE – INFORMASI & TRANSAKSI ELEKTRONIK baru dapat dilaksanakan minimal thn.2010 karena memang belum disosialisasikan kemasyarakat, sehingga Prita Mayasari tidak ‘syah’ dituntut menggunakan UU ini. Seharusnya Prita dapat menuntut balik POLRI maupun Kejaksaan. Namun tuntutan balik itu bukan melalui RS OMNI, karena mereka telah melaporkan ini ke polisi, dan ini benar adanya.Jadi mulai dari POLRI dan Kejaksaan kenapa ini bisa terjadi. Demikian Gayus Lumbuun – anggota Komisi III/DPRRI. Hal senada disampaikan pula oleh Agung Laksono, Ketua DPRRI bahwa UU ITE tidak tepat karena itu mengekang kebebasan berpendapat sedangkan itu dilindungi oleh UUD. Demikian hal ini pun ditegaskan oleh Jaksa Agung, Hendarmin bahwa disinyalir ada anggotanya (jaksa) yang bekerja tidak professional…
Dalam beberapa milis maupun facebook kasus prita telah menmdapat simpati lebih dari 150.000 orang (termasuk andakah?), juga disebagioan daerah para mahasiswa dan LSM melakukan demo untuk kemenangan Prita..

KASUS MANOHARA MENJADI CELA?
Kasus Manohara terus bergerak liar ibarat bola salju, Kedubes RI di Malaysia dan Sinagpore dibuat berang atas pengakuan mereka (Manohara & Ibunda, Dessy Fajarini) yg disebut ‘TIDAK BERTANGGUNG-JAWAB’ saat kasus ini merebak.
Pihak kerajaan Kelantan pun demikian, mereka menantang Manohara untuk visum dan membuktikan dugaan penganiayaan itu. Semakin rumit lagi setelah muncul gosip bahwa Dessy adalah adalah buronan INTERPOL karena dugaan penipuan…
Kini sebagian masyarakat yg awalnya simpati, mulai kecut dan mengernyitkan dahi..

Dari 2 kasus ini kita semakin didewasakan untuk menyikapi sesuatu hal dan masalah, tidak hanya sekedar euphoria tetapi obyektif dan paham sepenuhnya. Apapun di ke-2 hal ini ada kaitannya dengan penegakan hukum dinegara kita, yg konon tidak pandang bulu. Kita lihat bagaimana hasilnya….(@rief)

Kamis, 04 Juni 2009

prita EMAIL PEMBAWA PETAKA


Pengenaan Pasal 27 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada kasus Prita Mulyasari dianggap Departemen Komunikasi dan Informasi terlalu berlebihan.

"Saya terkejut seekstrem itu, padahal UU ITE tidak represif," ujar Juru Bicara Departemen Komunikasi dan Informasi, Gatot S Dewa Broto. Menurut dia, seharusnya polisi dan jaksa tidak mengenakan pasal 27 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) secara kaku terkait kasus surat elektronik Prita Mulyasari. "Kalau dia mengirim email ke temannya, kemudian dijerat, itu jelas salah" kata dia, ketika dihubungi, Rabu (3/6).

Surat elektronik yang ditulis Prita, kata dia,hanya dikirim kesepuluh temannya. "Itu ranah pribadi, saat dikirim ke mailing list baru masuk ranah publik." Untuk itu, kata dia, pihak yang dijerat adalah yang meneruskan surat elektronik tersebut ke mailing list.

Selain itu, kata dia, untuk proses peradilan penggunaan KUHP dan UU ITE kurang lengkap. Seharusnya juga digunakan UU Telekomunikasi Pasal 40 yang isinya larangan melakukan penyadapan alat telekomunikasi. "Email alat telekomunikasi juga, jadi untuk mengambil data harus menggunakan Pasal 42 yang isinya pengambilan data diizinkan untuk penyidikan menggunakan izin tertulis dari Kapolri dan Kejagung, membuka email aturannya sangat ketat" kata dia.

Sebagai pembuat UU ITE, Depkominfo tidak pernah diajak bicara oleh polisi dan jaksa terkait penerapan undang-undang itu dalam kasus Prita. "Kami tidak pernah diajak bicara atau diundang sebagai saksi ahli," ujarnya.

Depkominfo berharap penerapan undang-undang itu jangan terlalu berlebihan dan kaku. Karena undang-undang itu tidak represif. "Keputusan penggunaan UU ITE terlalu berat dan berlebihan, apalagi kalau inkrah nanti akan menunjukkan UU terlalu represif." Gatot pun meminta UU ITE dipelajari lebih lanjut secara keseluruhan. "Jangan sepotong-potong," ujarnya ---- http://tempointeraktif.com

----------------------- catatan redaksi; INI MERUPAKAN KESIALAN KITA SEMUA, dimana mulai lagi beberapa oknum melakukan langkah represif bagi kebebasan mengemukaan pendapat, apapun alasannya. Sangat tidak manusiawai, demikian halnya dgn pihak OMNI...seharusnya tdk demikian adanya...masih banyak cara yg lebih elegan dan santun utk menyikapinya...namun PERMAINAN TELAH DIMULAI...siapa yg akan mengakhiri, siapa yg akan menyudahi...kita lihat saja nanti, siapa yg lebih BESAR HATI, bukan BESAR KEPALA...

Selasa, 02 Juni 2009

antasari manohara dan ruhut yang RASIS


SEJAK ANTASARI, MANOHARA & RUHUT SITOMPUL YANG RASIS

Ini tidak bicara Pilpres 2009, ini tidak bicara kekayaan Capres/Wapres 2009, ini tidak bicara tentang ‘tidak sopannya’ kapal perang negeri Jiran Malaysia yg gemar dan sengaja masuk pantai Negara ini..

Ini tentang hal-hal manusiawi lainnya, namun cukup membuat ‘heboh’ masyarakat Indonesia, redaksi mencatat, alias hanya perlu 3 hal dari ribuan hal yg terjadi ; tentunya tanpa mengurangi rasa empati-simpathy thd hal-hal tsb.

ANTASARI AZHAR
Kalaupun sampai saat ini kasus ini belum ‘selesai’, namun banyak hal yang akhirnya menjadi kita pahami bahwa pada kasus terbunuhnya pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen (1/5/2009) ini sarat rekayasa; entah siapa yg melakukan ini dan untuk apa dilakukan hal ini; krn semakin lama kasus ini men jadi bola liar yg tak tentu arah.
Dari mulai keterlibatan dan perselingkuhan seorang caddy-golf , kasus korupsi, bermainnya beberapa oknum POLRI/TNI AL…dan banyak lainnya. HIngga 2 pekan lamanya, masyarakat masih ‘ternina-bobokan, namun setelah itu menjelma menjadi kebosanan. Tinggalah kini hanya beberapa pihak saja yg masih ‘bersitegang dan konsen atas hal ini,al; keluarga ke-3 pihak (Antasari, Nasrudin & keluarga Caddy-Golf), POLRI, Kejaksaan, KPK, para lawyer ke-2 pihak, …dan selebihnya siapa lagi? --- masihkah dinatara kita yg masih perduli?

MANOHARA PINOT
Kasus yang diawali masalah internal keluarga/rumah-tangga pasangan Manohara & Sultan Kelantan Malaysia,Fakhri ini terus bergulir hingga ranah-politik. 2 pekan lamanya, masyarakat masih setia mengikuti kasus ini, namun karena seringnya sang ibunda Mano,Dessy ‘tampil’ di media massa, kita pun seolah menjadi bosan juga. Namun dengan munculnya Mano kemudian di Jakarta (Sabtu,31/5) kita pun mulai lagi ‘mengikuti’ kasus ini, sekedar mencari kebenerana mana yg benar mana yang tukang tipu. Apapun obyektifitas harus dikedepankan, bukan sekedar euphoria. Kita tunggu apa yg sebenarnya terjadi

RUHUT SITOMPUL & ETNIS ARAB

Pada acara bincang politik di Metro TV antara para tim sukses Capres 2009, Ruhut ‘poltak Sitompul (entah senagaj atau bercanda) menyatakan bahwa etnis Arab tidak ada peran sedikit pun terhadap bangsa dan negara ini. Entah bagaimana dan darimana ‘poltak’ ini mengukurnya, hanya yg jelas sebagian para pedagang yg turut meramaikan ekonomi kita Sejak jaman sebelum Gajah-Mada, selain China, Gujarat/Malaysia, dsb pun etnis Arab sudah berperan, Etnis Arab pun turut mengembangkan agama Islam Sejak pendirian pesantren, mesjid,mushola dan suaru-suyrau diseluruh nusantara. Juga pembangunan Mesjid Istiqal pun mendapat sokongan dana yg tdk kecil saat itu dari kerajaan Saudi Arabia, dan sudah ribuan mungkin etnis Arab yg berjasa dlm pembangunan ekonomi-sosial-politik bangsa ini. Ini SARA, poltak ¡

Poltak ini tidak cukup mempunyai data untuk menyampaikan hal ini, maklum mungkin saat ini ia sedang ‘on the top, sehingga melupakan ini. Kalaupun kemudian, Senin (1/6) ia bersama DPP Partai Demokrat meminta maaf, namun Poltak telah menjadi ‘catatan’ tersendiri bagi para etnis Arab dan masyarakat non-etnis lainnya bahwa ia bukanlah ‘pemain’ handal.’Luka itu telah dalam menggores kesatuan dan persatuan yg telah dibangun, gara-gara seorang Poltak. “Suruh dia main sinetron aja, bisa lucu-lucuan disitu, bukan sbg Tim Sukses dan anggota DPRRI. Kalau bicara tentang siapa yg lebih berperan, tanyakan padanya apa yg telah ia berikan bagi bangsa dan negara ini..”, demikian jawab narasumber kami yg juga berasal dari etnis-Arab, yang orang-tuanya adalah pemborong proyek yg juga 90%-nya memperkerjakan tukang asal Indonesia dan telah berjalan tahunan. “Tapi dia sudah minta maaf secara terbuka?”, “Dia sudah biasa bicara di media, bukan Kepada kami kan?”…nagh, Hati-hati Lae, MULUTMU HARIMAU-MU..